f 10 Kebiasaan Salah Dalam Mengelola Keuangan - Konten Cara Viral

10 Kebiasaan Salah Dalam Mengelola Keuangan

Kontencaraviral.com - Untuk mewujudkan pola hidup hemat, kita sebaiknya juga harus dapat menghindari berbagai kesalahan yang dilakukan orang dalam mengelola keuangannya.


Di negara barat , berbagai kesalahan pengelolaan uang telah diidentifikasi oleh pakar keuangan keluarga.Berbagai kesalahan pengelolaan keuangan keluarga yang sebaiknya kita hindari agar kita dapat mewujudkan pola hidup hemat, antara lain adalah :

1.Kebiasaan berandai-andai.


kabar6.com

  • Kita berandai-andai ,jika saja saya menghasilkan lebih banyak uang.
  • Kita mengandalkan kenaikan gaji untuk menutup utang.
  • Kita berhenti menabung atau berhenti membayar utang sampai datang “ hari yang lebih baik “ baru akan menabung atau membayar utang lagi.

    Baca Juga : Cara mendapatkan Uang Di Internet dengan mudah dan cepat
  • Kita berharap mendapat warisan dalam jumlah yang sangat besar.
  • Kita nekat membeli lotere dengan harapan akan mendapatkan hadiah utama.


2.Kebiasan menunggu hujan padahal kita tidak memiliki payung.

 
  • Suatu ketika kita tersadar bahwa dengan semua biaya bulanan yang harus kita tanggung,tidak ada lagi dana yang tersisa untuk ditabung.
  • Ada keluarga yang sakit dan harus berobat dengan biaya mahal.kita tersadar bahwa kita tidak mampu ikut menyumbang biaya pengobatan tanpa berhutang.

    Baca Juga : 7 Peluang Bisnis Untuk Mahasiswa terbaru
  • Kita di PHK (dipecat ) besok dam baru sadar bahwa uang ditabungan saat ini hanya cukup untuk hidup selama kurang lebih 3 bulan . Belum tentu dalam 3 bulan kita sudah mendapat pekerjaan kembali.
  • Untuk biaya liburan ,kita harus meminjam uang.
  • Orang tua kita mulai udzur dan kita tidak memiliki uang tunai untuk membantu mereka.


3.Kebiasaan Memberi Makan “ Monster “ (pos pengeluaran yang besar ).
  • Kita mempunyai hutang lebih besar dari 3 x besarnya pendapatan kotor tahunan kita.
  • Kita tidak bisa menabung apa yang ingin kita tabung atau menyumbang apa yang ingin kita sumbangkan.
  • Karena kebiasaan belanja ,uang kita telah habis padahal masih terbentang hari - hari yang penuh dengan pengeluaran hingga akhir bulan.
  • Kita mempunyai kendaraan dalam jumlah yang terlalu banyak untuk ditampung di garasi kita.
  • Kita memiliki beberapa Hp, beberapa Tv dan beberapa komputer untuk anggota keluarga kita.
  • Kita merasa tidak bisa mengendalikan keuangan kita, tetapi keuangan kitalah yang mengendalikan kita.

4.Kendaraan Kita Mencerminkan Siapa Kita.

  • Kita membeli atau menyewa beli ( leasing ) kendaraan baru.Padahal kita sudah mempunyai kendaraan.
  • Kita memiliki atau menyewa beli ( leasing ) lebih dari satu kendaraan untuk setiap anggota keluarga.

    Baca Juga : Bisnis / Usaha Sampingan Untuk Karyawan Dengan Modal Kecil
  • Kita memiliki jenis kendaraan yang nongkrong di garasi, dan tidak digunakan sedikitnya 2 x seminggu.
  • Pembayaran tahunan keseluruhan biaya kendaraan kita lebih dari 5 % penghasilan kotor tahunan kita.


5.Masalah Hutang.

  • Pembayaran hutang kita menghalangi kita untuk memaksimalkan tabungan pensiun.
  • Kita atau istri kita merasa tidak tenang dengan beban hutang kita.


6.Mengabaikan Hubungan Uang Dengan Kesehatan.

  • Kita membiarkan diri kita stress.
  • Kita melakukan olahraga kurang dari tiga kali seminggu.
  • Kita belum melakukan tes kesehatan selama dua tahun terakhir.
  • Kita tidak minum multivitamin dan suplemen mineral.
  • Kita bergaul dengan perokok.

Semuanya itu bisa menyebabkan terganggunya kesehatan yang konsekuensinya menambah biaya.

7.Tidak Memahami Prioritas.

  • Kita tidak menjadikan menabung sebagai salah satu prioritas utama kita.
  • Kita yang berusia di atas 35 tahun dan tidak menabung sedikitnya 10 % dari penghasilan kotor tahunan, untuk persiapan masa pensiun / masa tua.
  • Kita memiliki tabungan dana pensiun / masa tua, namun tidak maksimal.
  • Kita tidak memiliki tabungan jangka panjang kita untuk dikembangkan lewat saham.
  • Kita menarik tabungan jangka panjang untuk kebutuhan saat ini.

8.Mewariskan Pola Hidup Yang Salah Kepada Anak.

  • Kita menyerah pada permintaan anak ketika berada di warung atau mall.
  • Kita lebih suka memberi uang dan barang kepada anak-anak , bukannya menyediakan waktu untuk bersama mereka.

    Lihat Juga : Cara Mendapatkan Modal Usaha Tanpa Modal
  • Kita sering memberi uang tambahan setelah anak kita menghabiskan uang sakunya.
  • Kita tidak mengajar anak kita untuk sedekah dan menabung sebagian uang yang dia peroleh.
  • Anak kita yang sudah dewasa dibiarkan selalu bergantung kepada kita.
  • Kita menyusahkan diri atau memaksa diri terlalu hemat di hari tua kita agar dapat meninggal kan warisan yang banyak untuk anak - anak kita.

9.Ketertiban Pencatatan Harta Keuangan.

  • Keluarga tidak mengetahui atau tidak memiliki catatan harta kekayaan kita ketika kita meninggal.
  • Kita sendiri kesulitan mencari perjanjian legal atau catatan harta atau keuangan.
  • Kita tidak pernah membuat daftar inventaris harta kita atau tidak memutakhirkan datanya setiap tahun.
  • Kita belum membuat surat wasiat atau sudah lama belum meninjau ulang surat wasiat yang pernah dibuat.

10.Bermain “ suatu hari nanti “ dengan dana pensiun atau masa tua kita.

  • Kita berfikir bahwa masa pensiun / masa tua bisa mengatasi keadaan dengan sendirinya.
  • Kita tidak pernah menghitung berapa banyak yang akan kita butuhkan di masa pensiun/masa 
    tua.

    Baca Juga : 7 Peluang Usaha Di Desa Yang Sudah Terbukti Menguntungkan
  • Kita berusia 35 tahun atau lebih namun tidak memiliki tabungan pensiun / masa tua.
  • Kita berusia 45 tahun atau lebih namun tidak secara maksimal mempersiapkan tabungan pensiun / masa tua.

Oke itu lah 10 kesalahan di dalam mengelola keuangan yang harus anda jauhi dan harus anda waspadai.semoga kita semua tetap sehat selalu dan diberi Rizki yang berlimpah Terus oleh Allah.

Terimakasih dan semoga bermanfaat ya...

0 Response to "10 Kebiasaan Salah Dalam Mengelola Keuangan"

Posting Komentar

close

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel